Seseorang sering berkata, “apalah arti sebuah nama? Tidak terlalu
penting itu, yang penting pribadi atau perilakunya”. Bisa jadi benar
ungkapan tersebut, tapi apakah seseorang mau mempunyai nama yang
konotasi (arti/makna) nya jelek? Tentu tidak sama sekali. Secara naluri
setiap orang tua saat memberi nama pada sang buah hatinya, berharap
kelak di kemudian hari sang anak akan tumbuh seperti harapan mereka yang
tercermin dari nama yang diberikan.
Seperti contoh nama “bagus” atau “indah”, sang pemberi nama berharap,
pribadi pemilik nama tersebut akan tumbuh menjadi manusia yang berakhlak
mulia, indah perilaku dan budi pekertinya, juga tidak menutup
kemungkinan pemilik nama tersebut akan mempunyai paras wajah tampan/ayu
dan menawan bagi lawan jenisnya.
Bahkan dalam tradisi (budaya) suku/ras tertentu, saat pemberian nama
bagi sang bayi disertai pula dengan upacara-upacara adat/ritual tertentu
agar benar-benar membawa keberuntungan kelak.
Nama memang mengandung ungkapan/makna tertentu, begitu juga dengan huruf
atau abjad nama terdepan seseorang.